PENERAPAN PSIKOLOGI PADA PERAN TRANSPARANSI DALAM MANAJEMEN PERUBAHAN TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING KARYAWAN DI PERUMDA X
DOI:
https://doi.org/10.24036/rap.v16.i2.34Keywords:
transparency, change management, subjective well-being, organizational psychologyAbstract
Perubahan organisasi seringkali menimbulkan ketidakpastian yang dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis karyawan, terutama jika tidak dikelola secara transparan. Kurangnya transparansi dalam manajemen perubahan dapat menyebabkan kecemasan, ketidaknyamanan di tempat kerja, dan penurunan kesejahteraan subjektif karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi psikologi berbasis transparansi dalam manajemen perubahan dan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif karyawan di Perumda Tirta Musi Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan adalah karyawan yang terlibat langsung dalam proses perubahan organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dalam penyebaran informasi, komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan, serta keterlibatan karyawan dalam proses perubahan memberikan kontribusi positif terhadap keamanan psikologis, kepuasan kerja, dan kesejahteraan subjektif karyawan secara keseluruhan. Implementasi psikologi berbasis transparansi mendukung adaptasi karyawan terhadap perubahan organisasi dan mendorong lingkungan kerja yang lebih positif dan aman. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik manajemen perubahan yang transparan dan berpusat pada manusia sangat penting untuk menjaga kesejahteraan psikologis karyawan selama transformasi organisasi.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Astrid Sembayu Senja (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.